Archive for Amerika Serikat

Urus Visa Amerika Serikat

Posted in Indonesia, United State, Visa and Document with tags , , , , on July 16, 2013 by travellingwithkeishinta

Amerika Serikat! Ya, negara impian. Banyak orang memiliki impian untuk bisa berlibur ke negara adidaya itu dan di saat yang bersamaan pula ada beberapa orang yang akan kehilangan kepercayaan dirinya saat ingin mengurus dokumen perjalanan untuk bisa masuk ke negara tersebut, salah satunya adalah saya.

Sejak tahun 2008 saya bermimpi untuk bisa pergi ke Amerika Serikat, bahkan saya sampai menyebutkan mimpi saya ini dalam doa khusus pribadi saya. Kemudian saya mencoba mencari tahu tentang bagaimana pengajuan visa Amerika Serikat di website ini http://indonesian.jakarta.usembassy.gov/ saya membaca beberapa kali dan menemukan beberapa poin yang saya sangat suka :

  1. Masa berlaku Visa Amerika Serikat 5 (lima) tahun
  2. Tidak wajib menunjukan bukti booking tiket penerbangan, hotel dan asuransi (bayangkan saja jika kita sudah booking ternyata visa ditolak dan kita lupa mengensel booking online yang sudah kita lakukan via kartu kredit, mmmm… saya pernah mengalaminya dan sangat menyesakkan hehehe…)
  3. Harga visa jika dibandingkan masa berlakunya sangat ekonomis (terbayangkan jika seandainya 1 tahun kita urus 1 kali saja dikalikan 5 kali urus selama 5 tahun atau lebih parah lagi jika 1 tahun harus mengurus lebih dari 1 (satu) kali, mmmm…. hitung sendiri deh….)

Tiga poin utama itu membuat tekad saya tidak pernah padam terhadap niat saya. Namun jika ingat kejadian 11 September dan ditambah pengalaman nyata keluarga adik ayah saya yang gagal mengurus visa Amerika Serikat sampai 2 (dua) kali, terbayang dana yang terbuang dan harus menunjukkan bukti kepemilikan tanah, rumah, kendaraan dan sebagainya membuat kepercayaan diri saya hilang. Saya membayangkan betapa rumit nya dan total biaya yang akan terbuang, sehingga saya mengensel rencana saya dan memilih untuk tetap berdoa saja.

Pada tahun 2010 saya diberikan kesempatan dari TUHAN untuk bisa mengurus visa dan saya jatuhkan pilihan untuk mengurus Visa Swiss saja berhubung kepercayaan diri saya belum mampu untuk menghadapi kedutaan besar Amerika Serikat. Rupanya Swiss termasuk dalam area Schengen, jadi dengan hanya urus visa Swiss saya memiliki ijin untuk memasuki 26 negara di area Schengen dan saya menganggap urusan mengurus visa Swiss ini sebagai persiapan mental untuk mengurus visa Amerika Serikat dan lebih familiar dengan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam mengurus visa. Untuk lebih jelas tentang pengalaman pengurusan visa Swiss saya boleh di cek ke   VISA SWISS, ITALIA, JERMAN (SCHENGEN AREA)

Akhirnya tahun 2013 ini saya mencoba untuk memberanikan diri mengurus visa Amerika Serikat. Butuh waktu lebih dari 5 (lima) tahun sehingga saya berani mencoba meski agak sedikit khawatir dengan berita bom Boston beberapa waktu lalu tapi dengan iman saya bertindak.

Langkah pertama saya buka website http://www.ustraveldocs.com/ lalu saya mengisi form pengajuan pengurusan visa Amerika Serikat. Lalu saya coba pergi ke daerah Sabang untuk foto karena persyaratan foto yang dibutuhkan sedikit berbeda dengan visa Swiss saya yang lalu yang tidak terlalu membuat aturan ukuran wajah juga. Di sana saya menemukan toko artalex yang posisinya tepat di sebelah tempat duduk saya menikmati sate Sabang yang terkenal itu. Rupanya mereka juga bisa membantu membayarkan biaya pengurusan visa Amerika Serikat sebesar Rp 1.600.000 (Satu juta Enam Ratus Ribu Rupiah), bahkan ternyata mereka juga bisa membantu pengisian form DS-160 juga.

Jangka waktu yang diperlukan sejak kita mengisi form DS-160 membayar biaya pengurusan itu efektif 2 (dua) hari sehingga tanggal 11 Juli saya sudah bisa datang untuk wawancara pukul 7.30 pagi.

Selain print asli form DS-160, jadwal wawancara, bukti setor biaya visa, paspor, buku tabungan foto 1 (satu) lembar, saya juga menyiapkan KK (Kartu Keluarga), slip gaji, NPWP, itinerary dan surat keterangan bekerja saya.

Pagi yang cerah, saya tiba di kantor kedutaan Amerika Serikat pukul 7 pagi, meski wawancara saya jam 7.30 saya tetap memberanikan diri menghadap sekuriti yang memegang daftar lis peserta yang akan mengikuti wawancara hari itu. Jadi saya antri di luar gerbang pintu masuk kedutaan bersama dengan para pemohon lain yang memiliki jadwal wawancara jam 7 pagi. Cukup banyak juga yang antri dan kebanyakan mereka 1 (satu) keluarga.

Begitu diijinkan masuk ke dalam gerbang, saya di-steril-kan dari barang-barang elektronik seperti hp (gadget), kunci bahkan token bank saya juga harus di titipkan di tempat penyimpanan dan saya diberikan tanda pengenal tamu, saya tetap diijinkan membawa tas tangan kecil saya masuk ke dalam.

Kemudian saya antri lagi menuju loket pertama yang akan menyerahkan paspor, form D-160 dan di tanya oleh petugas loket tersebut tujuan ke Amerika Serikat untuk apa? Selesai dari loket itu saya di kasi lagi tiket antrean grup untuk sidik jari dan wanwancara. Dengan model tiket antrean grup untuk  sidik jari kita diminta menunggu lagi sampai nomor grup kita dipanggil dan kita diijinkan masuk ke dalam ruangan untuk sidik jari. Nah… menunggu antrean grup sidik jari ini yang lama. Jika saya bandingkan dengan pasangan suami istri yang datang antri di pintu gerbang kedutaan tadi seharusnya saya mendapat nomor antrean yang lebih dulu, ternyata tidak. Jadi antrean agak acak menurut saya, tergantung kita mendapatkan nomor grup antrean berapa.

Akhirnya antrean grup sidik jari saya dipanggil dan saya diminta masuk ke dalam satu ruangan yang di dalamnya juga terdapat orang-orang yang sudah  selesai sidik jari dan sedang menunggu wawancara di loket wawancara. Begitu nomor antrean sidik jari saya dipanggil saya maju di barisan paling depan jadi saya orang yang pertama dan Ibu petugas loket bertanya : “What’s your name?” dan saya menjawabnya dengan lengkap.

Selesai sidik jari saya menunggu antrean wawancara dan begitu tiba nomor antrean saya dipanggil saya langsung baris lagi di barisan paling depan. Di sini baru ada sedikit pertanyaan yang diajukan kepada saya seperti kemana tujuan saya selama Amerika Serikat, berapa lama, apakah ada saudara, teman atau keluarga di sana, saya bekerja dimana, berapa lama dan juga petugas loket sempat bertanya liburan saya ke Swiss waktu lalu dan terakhir dia menanyakan siapa yang mendanai biaya perjalanan saya serta meminta saya menunjukan rekening tabungan saya. Selesai! Saya di kasi kertas putih yang ada tulisan yang mengatakan selamat, visa Amerika anda disetujui.

Oya, dia tidak meminta sama sekali dokumen-dokumen lain yang sudah saya siapkan seperti KK (Kartu Keluarga), slip gaji, NPWP, itinerary dan surat keterangan bekerja saya. Di kertas putih yang di kasi petugas loket itu tertulis visa jadi 2-5 hari kerja.

Ternyata, Sabtu 13 Juli 2013 pagi saya sudah menerima paspor saya yang diantar kurir RPX  yang di dalamnya sudah ter tempel stiker Visa Amerika Serikat dengan masa berlaku 12 Juli 2013 – 10 Juli 2018. Puji TUHAN !!!

Semoga yang saya tulis bisa bermanfaat untuk rekan-rekan yang akan mengurus Visa Amerika Serikat. Selamat berjuang.

Salam sayang,

kei

 

Advertisements
%d bloggers like this: